Suara Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc, menghadiri kegiatan Pekan Literasi 2025 yang digelar oleh SMP Stella Gracia School Kupang.
Kehadiran beliau disambut hangat oleh Kepala Sekolah Mr. Andries H. Tamonob, para guru, serta siswa-siswi dalam suasana penuh inspirasi dan semangat edukasi.
Dalam sambutannya, Ibu Serena menegaskan dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap pengembangan literasi generasi muda di era digital.
“Hari ini saya datang sebagai perwakilan Pemerintah Kota Kupang dan berharap adik-adik semua bisa menangkap pesan penting dari apa yang saya sampaikan,” ungkapnya.
Ibu Serena turut berbagi perjalanan pendidikannya, mulai dari TK Hosana, SD dan SMP Santo Francisco, hingga meraih gelar Sarjana Hubungan Internasional di Universitas Indonesia dengan predikat cumlaude pada 2021.
Beliau kemudian melanjutkan studi Magister International Development di University of Birmingham, Inggris, dan lulus pada 2024.
Selain prestasi akademik, pengalaman profesionalnya juga menginspirasi para siswa.
Beliau pernah menjabat sebagai CEO klub sepak bola di Atambua, manajer Nekamisi Group, hingga pimpinan redaksi PT Carpion News Indonesia. Tak hanya itu, ia juga dikenal sebagai founder Timot Belajar, sebuah gerakan pendidikan dan lingkungan bagi anak-anak NTT.
Mengusung tema literasi di era digital, Ibu Serena mengingatkan pentingnya kemampuan menganalisis informasi secara kritis.
“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga memahami informasi digital serta memilah mana yang benar dan mana yang hoaks,” tegasnya.
Beliau juga menekankan peran literasi digital dalam membangun karakter generasi muda. “Pengetahuan tanpa karakter itu rapuh. Maka, jujur, rendah hati, disiplin, dan santun dalam berinteraksi—terutama di media sosial—adalah fondasi yang harus dimiliki anak-anak muda,” tambahnya.
Dalam pesannya, ia mengutip ayat inspiratif dari 1 Timotius 4:12 sebagai motivasi agar siswa berani tampil sebagai teladan sejak dini.
Acara semakin menarik dengan sesi tanya jawab. Para siswa bertanya tentang literasi, isu radikalisme, hingga tips meningkatkan minat baca. Menjawab pertanyaan mengenai kesuksesannya, Ibu Serena menekankan bahwa literasi menjadi kunci percaya diri dalam debat publik dan proses politik.
Ia juga mengajak siswa aktif berorganisasi sejak dini. “Jangan tunggu dewasa untuk memimpin. Mulailah dari OSIS, MPK, atau kegiatan ekstrakurikuler. Jadilah pemimpin yang melayani,” tuturnya penuh semangat.
Kepala Sekolah, Mr. Andries H. Tamonob, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota Kupang.
“Kehadiran Ibu Serena menjadi bukti nyata bahwa usia muda bukan penghalang untuk memimpin dan berdampak. Pekan Literasi ini kami rancang untuk membentuk budaya membaca, berpikir kritis, dan pemanfaatan teknologi yang bijak,” jelasnya.
Acara ditutup dengan tepuk tangan meriah dari siswa yang terinspirasi oleh dedikasi dan motivasi Wakil Wali Kota Kupang.
Sumber: https://www.koranmedia.com/