Suara Kupang – Fenomena langit langka kembali menghiasi bumi pada 7-8 September 2025, ketika gerhana bulan total terjadi dan mengubah wajah bulan purnama menjadi merah tembaga yang dikenal sebagai “blood moon”.
Peristiwa ini merupakan gerhana bulan total kedua yang berlangsung sepanjang tahun 2025, sehingga menjadi momen yang ditunggu para pencinta astronomi dan penikmat langit malam.
Gerhana bulan kali ini akan memberikan pemandangan terbaik di wilayah Asia dan Australia bagian barat, sementara masyarakat di Eropa, Afrika, Australia bagian timur, hingga Selandia Baru juga masih bisa menyaksikan sebagian fase gerhana, termasuk momen puncaknya. Diperkirakan, lebih dari 6 miliar orang di dunia dapat melihat setidaknya salah satu fase gerhana bulan total ini.
Berikut penjelasan tentang Gerhana Bulan Total 7 September 2025 dilansir dari situs space.
Waktu dan Wilayah yang Bisa Menyaksikan Gerhana
Gerhana bulan merupakan fenomena global yang terjadi pada waktu bersamaan di seluruh dunia. Namun, keterlihatan fenomena ini tergantung posisi bulan terhadap horizon di masing-masing wilayah. Pada 7 September 2025, masyarakat di Asia dan Australia Barat berkesempatan melihat seluruh fase gerhana dari awal hingga akhir.
Sementara itu, di Eropa, bulan akan terbit dalam kondisi sudah tertutup bayangan bumi. Artinya, pengamatan akan sangat dipengaruhi oleh waktu terbit bulan serta kondisi langit bagian timur yang harus benar-benar cerah agar momen ini bisa terlihat jelas. Meski begitu, di beberapa negara seperti Spanyol dan Norwegia, masyarakat tetap bisa menyaksikan sebagian fase gerhana.
Apa yang Bisa Diharapkan dari Gerhana Bulan Ini?
Keunikan gerhana bulan total kali ini terletak pada jarak bulan yang hanya 2,7 hari sebelum perigee, yakni titik terdekat bulan dengan bumi. Hal ini membuat bulan tampak sedikit lebih besar dari biasanya, meskipun perbedaannya mungkin sulit disadari mata telanjang.
Yang akan lebih mencolok adalah warna bulan yang berubah. Sebanyak 36% diameter bulan akan melewati bayangan gelap bumi (umbra), menghasilkan warna merah pekat yang dramatis. Efek “blood moon” ini terjadi karena cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi dibiaskan ke arah bulan, sehingga hanya spektrum cahaya merah-oranye yang terlihat di permukaan satelit alami bumi tersebut.
Tahapan Gerhana Bulan Total 7 September 2025
Gerhana bulan kali ini berlangsung dengan beberapa fase penting yang menarik untuk diperhatikan. Berikut urutannya:
- Bulan Memasuki Bayangan Penumbra
Fase awal dimulai ketika bulan memasuki penumbra, yaitu bayangan luar bumi, pada pukul 11.28 WIB. Pada tahap ini, perubahan warna bulan sangat halus, hanya terlihat sebagai sedikit penggelapan di sisi kiri atas bulan. Butuh pengamatan cermat untuk melihat perbedaan ini, karena awal penumbra tidak terlalu jelas.
Seiring waktu, bayangan penumbra bergerak perlahan melintasi permukaan bulan. Meski samar, fase ini menjadi tanda dimulainya proses gerhana yang lebih dramatis.
- Bayangan Umbra Menutupi Bulan
Sekitar pukul 12.27 WIB, bulan mulai masuk ke umbra, bayangan inti bumi yang jauh lebih gelap dibanding penumbra. Pada fase ini, perubahan terlihat jelas karena bagian kiri atas bulan tampak “digigit” bayangan bumi.
Seiring berjalannya waktu, hingga 75% permukaan bulan tertutup umbra. Warna merah-cokelat mulai muncul, memberikan pemandangan kontras yang memukau di langit malam.
- Fase Totalitas: Blood Moon
Puncak gerhana terjadi pada pukul 13.30 WIB ketika seluruh permukaan bulan tertutup umbra bumi. Inilah fase totalitas, di mana bulan tampak berwarna merah menyala, yang sering disebut sebagai blood moon.
Menurut perhitungan, fase totalitas akan berlangsung selama sekitar 82 menit, dengan momen maksimum pada pukul 14.11 WIB. Menariknya, bagian bawah bulan diperkirakan tampak sedikit lebih terang dibanding bagian atas karena posisinya lebih jauh dari pusat bayangan bumi.
- Bayangan Umbra Bergeser
Pada pukul 14.52 WIB, bulan mulai keluar dari umbra, menandai akhir dari totalitas. Perlahan, cahaya putih terang kembali muncul dari sisi kiri bulan, menggantikan warna merah gelap sebelumnya. Fase gerhana sebagian ini berlangsung lebih dari satu jam. - Fase Akhir Penumbra
Sekitar pukul 16.55 WIB, bulan sepenuhnya keluar dari bayangan bumi. Dengan begitu, gerhana bulan total 7 September 2025 resmi berakhir.
Sumber: https://www.detik.com/