Suara Kupang – Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memasuki musim kemarau. Pertumbuhan awan mulai menurun dan angin Monsoon Timur juga mulai aktif. Kondisi ini menyebabkan angin kencang di wilayah NTT.
“Waspadai angin kencang yang sifatnya kering dan berpotensi menyebabkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah NTT,” kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, Senin (18/8).
Menurut Sti, angin kencang berpotensi terjadi sejak 18-20 Agustus di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur yang meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, Belu, Rote Ndao, Sabu Raijua, Manggarai Barat, Lembata, Alor dan sebagian Pulau Sumba.
Sementara El Takaeb, salah satu Petugas Pemadam Kebakaran Kota Kupang, ketika ditemui media belum lama ini mengatakan musim kemarau seperti sekarang ini rawan terjadi kebakaran lahan.
“Kami imbau agar masyarakat yang punya lahan ditumbuhi rumput kering dapat dibersihkan untuk mencegah terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Sementara mengenai kebakaran rumah maupun gedung, kata El Takaeb mengaku sering terjadi kebakaran karena arus pendek (korsleting listrik). Hal ini bisa disebabkan karena terjadi penumpukan sakelar pada satu stop kontak.
“Kalau terjadi penumpukan pada satu stop kontak maka terjadi penyalaan pada satu titik,” ungkapnya.
Karena itu, pentingnya melakukan upaya pencegahan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sumber: https://timexkupang.fajar.co.id/