Suara Kupang – Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan data terbaru mengenai profil kemiskinan di Indonesia pada, Jumat (25/6/2025). Laporan tersebut menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam jumlah penduduk miskin.
Hingga Maret 2025, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 23,85 juta jiwa, merepresentasikan 8,47% dari total populasi. Angka ini merupakan perbaikan dari kondisi sebelumnya di September 2024 yang mencatat 24,06 juta jiwa atau 8,57% penduduk miskin.
Kendati angka kemiskinan di Indonesia telah menunjukkan penurunan secara keseluruhan, kenyataannya pemerataan ekonomi dan kesejahteraan rakyat masih menjadi tantangan. Ketimpangan ini terlihat jelas dari perbedaan persentase kemiskinan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Selain itu, disparitas juga tampak mencolok antarprovinsi, dengan beberapa daerah masih memiliki persentase penduduk miskin yang jauh lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya. Walaupun jumlah penduduk miskin secara absolut banyak di Pulau Jawa, rilis data BPS justru menyoroti bahwa provinsi-provinsi dengan proporsi kemiskinan terbesar berada di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua.
Di antara semua provinsi, Papua Pegunungan menduduki peringkat teratas dengan persentase kemiskinan mencapai 30,03%. Hal ini menunjukkan tren yang konsisten; sejak terbentuknya pemekaran, provinsi ini terus menjadi wilayah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di tanah air.
Selain Papua Pegunungan, lima provinsi lain di Pulau Papua turut mendominasi daftar sepuluh besar provinsi dengan persentase penduduk miskin. Hal ini menunjukkan konsentrasi kemiskinan yang signifikan di wilayah tersebut.
Peringkat kedua hingga kelima diisi oleh Papua Tengah (28,9%), diikuti oleh Papua Barat (20,66%), Papua Selatan (19,71%) dan Papua sendiri yang menempati posisi kelima dengan 19,16% penduduk miskin. Secara berurutan, Nusa Tenggara Timur menduduki peringkat keenam dengan persentase kemiskinan 18,6%.
Selanjutnya, Papua Barat Daya menjadi provinsi terakhir dari wilayah Papua yang masuk dalam daftar ini, dengan angka kemiskinan 17,95%. Kehadiran Papua Barat Daya ini berarti seluruh provinsi di Pulau Papua, termasuk yang baru dimekarkan, memiliki persentase penduduk miskin yang tinggi.
Melengkapi daftar sepuluh provinsi dengan persentase kemiskinan tertinggi, Maluku dan Gorontalo masing-masing menduduki peringkat kedelapan dan kesembilan, dengan angka 15,38% dan 13,24%. Menariknya, Aceh menjadi satu-satunya provinsi di luar wilayah timur Indonesia yang masuk dalam daftar ini, dengan persentase kemiskinan sebesar 12,33%, menempati posisi kesepuluh.
Sumber: https://rri.co.id/kupang/