Suara Kupang – Dalam upaya menekan angka kasus kanker serviks di Kabupaten Kupang, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan PT. CML Metro Medika dan PT. Bio Farma menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk Road to Zero HPV, bertempat di Kantor Bupati Kupang, Kamis (24/7/2025).
Acara ini dihadiri oleh Bupati Kupang Yosef Lede, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kupang Habel Mbate, plt. Sekda Pieter Sabaneno, sejumlah pejabat daerah, kepala desa, camat, kepala puskesmas, tim penggerak PKK, pelajar, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT. CML Metro Medika dan PT. Bio Farma atas inisiatifnya dalam pencegahan kanker serviks melalui program edukatif dan vaksinasi. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, namun akan ditindaklanjuti secara nyata di lapangan.
“Saya perintahkan Kepala Puskesmas bekerjasama dengan sekolah, segera mendata semua ibu-ibu dan anak-anak murid perempuan di sekolah, agar kita bisa mengetahui jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk ketersediaan vaksin. Nanti kita buat perencanaannya untuk dianggarkan. Disini hadir anggota dewan yang terhormat pak Habel Mbate, yang pasti mendukung meningkatkan kesehatan masyarakat. Saya inginkan semua perempuan baik dewasa maupun anak-anak usia sekolah bisa mendapatkan vaksinasi kanker serviks,” ujar Bupati Yosef Lede menjelaskan.
Lebih lanjut, Bupati menyebutkan bahwa keberhasilan program Road to Zero HPV sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, LSM, dan organisasi non-pemerintah. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk ambil bagian dalam menyukseskan program ini.
“Semua wanita dewasa di Kabupaten Kupang perlu melakukan pencegahan dini kanker serviks dengan screening secara berkala, dan vaksinasi HPV bagi usia dewasa dan usia ideal anak, usia 9-14 tahun, sebagai langkah pencegahan terhadap kanker serviks. Untuk itu, mari kita sama-sama mendukung program ini dan mengajak keluarga, teman dan tetangga kita untuk berpartisipasi,” katanya menambahkan.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kupang, Habel Mbate. Ia menegaskan bahwa dukungan anggaran untuk program ini akan dikawal bersama DPRD.
Ia bahkan mengusulkan agar pelajar diwajibkan melakukan skrining melalui regulasi Peraturan Bupati, dan agar pelayanan di puskesmas dapat disinergikan dengan kepemilikan kartu skrining sebagai bentuk kesadaran dini.
“Bila perlu tiap kecamatan atau puskesmas ada duta kesehatan untuk serviks, yaitu memberi kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya pencegahan serta deteksi dini,” kata Habel.
CEO PT. CML Metro Medika, Catharina Sigit, menyatakan bahwa kegiatan serupa telah dilaksanakan sejak tahun 2015 dan penting dilakukan di wilayah seperti NTT. Ia juga mengapresiasi Bupati Kupang yang mendukung percepatan pelaksanaan seminar ini.
“Awal kami bertemu bapak Bupati, rencananya di bulan Agustus baru digelar Road To Zero HPV, tapi beliau katakan agustus terlalu lama, bulan Juli saja. Saya apresiasi bapak Bupati yang begitu peduli pada kesehatan masyarakat salah satunya melalui gerakan ini,” ucap Catharina.
Sementara itu, Manager Regional PT. Bio Farma, Fery Arie Nugroho, menyampaikan bahwa Bio Farma sebagai mitra Kementerian Kesehatan berkomitmen mendukung kegiatan edukasi dan vaksinasi. Vaksinasi HPV bukan hanya penting bagi perempuan, namun juga laki-laki karena kanker juga bisa menyerang alat reproduksi pria.
Kegiatan ini juga diisi dengan materi edukatif mengenai deteksi dini kanker serviks oleh dr. Herwinda Geraldine, yang mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan kesadaran dan tidak ragu melakukan pemeriksaan sejak dini. Dengan semangat kolaboratif yang kuat, program Road to Zero HPV diharapkan mampu menjadi langkah awal untuk mencapai eliminasi kanker serviks di Kabupaten Kupang dan memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi dan deteksi dini.
Sumber: https://rri.co.id/kesehatan/