Suara Kupang – Puluhan siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang mengalami dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) dan harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Kupang, Selasa (22/7).
Sebanyak 80 siswa dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Mamami, 18 siswa di RSUD S.K. Lerik, dan 27 siswa lainnya di Rumah Sakit Siloam Kupang. Para siswa memenuhi ruang instalasi gawat darurat (IGD) dan mendapat pendampingan dari orang tua serta guru.
Pihak sekolah langsung meliburkan kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu. Siswa yang tidak menunjukkan gejala gangguan kesehatan dipulangkan, sementara siswa yang mengeluh sakit langsung dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Korban keracunan berasal dari berbagai jenjang, mulai dari kelas VII, VIII, hingga IX. Direktur RSU Mamami, dr. Elvino Chrisananta Manafe, menyebutkan bahwa gejala umum yang dialami para siswa meliputi nyeri perut, muntah, dan diare.
“Hingga saat ini, kami sudah menangani 80 siswa di IGD. Sebagian besar datang dalam kondisi dehidrasi, dan langsung kami pasang infus. Dugaan sementara, keracunan berasal dari makanan yang dikonsumsi pada Senin (21/7) kemarin. Beberapa siswa mengatakan makanan terasa tidak enak dan tampak tidak disiapkan dengan baik,” jelas dr. Elvino.
Pihak rumah sakit masih melakukan observasi dan penanganan lanjutan terhadap para siswa yang dirawat. Penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil laboratorium dari sampel makanan.
Sumber: https://www.kupangnews.com/