SuaraKupang – Suhu terpanas di Indonesia pernah mencapai 38,8 derajat Celsius di Kota Buleleng, diikuti oleh Medan dan Poso.Sementara itu, Jakarta biasanya mencapai 35 derajat Celsius atau lebih, dengan suhu rata-rata harian di Surabaya sekitar 34 derajat Celsius dan Semarang mencapai 36 Celsius.
Tapi, pikirkanlah penduduk Kuwait City, ibu kota Kuwait yang suhunya dapat mencapai 54 derajat Celsius, betapa menyengat! Negara Kuwait didominasi gurun dan suhu seperti itu cukup standar.
Terletak di antara Arab Saudi dan Irak, dan berbatasan dengan Teluk Persia, Kuwait City mengalami suhu rata-rata tertinggi yang menyengat yaitu 45 derajat Celsius pada bulan Juli dan Agustus.
Namun, bagi tenaga kerja migran, yang jumlahnya sekitar 70 persen dari populasi, pekerjaan di luar ruangan sering kali menjadi satu-satunya pilihan, yang membuat mereka terpapar panas yang menyengat.
Negara ini telah mengalami suhu ekstrem yang menyebabkan pemandangan yang hampir mengerikan, yang mengejutkan penduduk selama musim panas.
Seperti yang dilaporkan oleh AP, Kuwait menghadapi panas yang menyengat pada tahun 2021 sehingga ‘burung-burung jatuh mati dari langit’.
Laporan tersebut juga menyatakan bahwa kuda laut mati karena “direbus” di teluk, sementara kerang mati melapisi bebatuan, cangkangnya pecah seperti dikukus.
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, suhu yang sangat tinggi di atas 50 derajat Celsius menimbulkan risiko kesehatan yang serius, tidak hanya bagi satwa liar tetapi juga bagi manusia, dengan konsekuensi potensial mulai dari stres panas hingga masalah kardiovaskular yang mengancam jiwa.
Sumber : https://www.cnnindonesia.com