Suara Kupang – Wali Kota Kupang dr Christian Widodo menegaskan, dalam waktu dekat ia bersama Wakil Wali Kota (Wawali) Serena Francis akan merombak total manajemen RSUD SK Lerik, Kota Kupang.
“Persoalan di RSUD SK Lerik berada pada tingkatan yang sudah parah. Oleh karena itu, butuh pembenahan secara menyeluruh (total), termasuk perombakan manajemen di RSUD SK Lerik,” ungkap Wali Kota Kupang, Christian Widodo diwawancarai wartawan, Selasa (1/4/2025).
Wali Kota bahkan menyebut, RSUD SK Lerik sangat memprihatinkan. Sehingga dari Direktur hingga staf terkait pelayanan bakal dirombak total alias diganti. “Nanti kita lihat, pokoknya seluruh manajemennya dari atas hingga bawah perlu dirombak ,”tegasnya.
Infrastruktur RSUD SK Lerik terbengkalai. Bahkan plafon yang rubuh saat Seroja April 2021 lalu belum diperbaiki. “Sangat memprihatinkan. Banyak infrastruktur yang harus kita benahi. Banyak plafon sudah rubuh, bahkan ada yang saat Seroja belum juga diperbaiki,” ujarnya.
Selain itu, Wali Kota juga menyebut peralatan medis dalam kondisi rusak. “Terus kemudian banyak peralatan medis yang rusak. Contohnya USG dan CT Scan, juga kasur-kasur pasien, sehingga butuh hanyak pembenahan,” tambahnya.
Selain infrastruktur, lanjut Ketua DPW PSI NTT itu, masalah dokter spesial menjadi catatan penting. Banyak dokter spesialis yang tidak lagi praktek. Mereka mengundurkan diri.
“Jadi terlihat gambaran komprehensif itu dari mana? Dari pasien tidak ada. IGDnya kosong. Harusnya, di RS itu ruang IGDnya harus ada pasien. Masa RSUD, terus IGDnya kosong. Kalau sampai kosong, pasti ada yang bermasalah,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Wali Kota Serena Francis. Bagi Serena, keluhan para dokter tekait insentif yang belum mereka terima, sudah lama didengarnya.
“Saya sudah dengar keluhan para dokter. (terkait insentif). Kita sementara pikirkan hal ini. Nanti kita ajukan tambahan anggaran untuk ini (insentif para dokter yang belum dibayar),” kata Serena.
Sementara itu, terkait temuan BPK RP Perwakilan NTT soal pengelolaan anggaran sebesar Rp 3 miliar di RSUD milik Pemkot Kupang, Wali Kota Kupang Christian Widodo menyatakan akan menindaklajuti. Bahkan mendorongnya ke ranah hukum.
“Pasti. Manajemennya harus dibehani. Temuan itu saya minta lanjutkan, bahkan saya dorong untuk lanjutkan terus. Kan ada tenggang waktu ganti kerugian itu. Kalau tidak bisa, kita proses ke ranah hukum,” sambungnya.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang Neda Ridla Lalay sebelumnya meminta, Wali Kota melalui Inspektorat menyikapi serius temuan BPK Rp 3 miliar itu. “Harus segera benahi. Inspektorat harus tindaklanjuti, kalau ada temuan ya harus ada sanksi,” pintanya.
Ia menyebut, RSUD SK Lerik wajib berbenah agar bisa memberikan pelayanan terbaik dan bersaing dengan RS lain di Kota Kupang. Dan DPRD Kota menunggu kebijakan Wali Kota dalam menangani RSUD SK Lerik.
“Ini semua tergantung kebijakan kepala daerah seperti apa. Karena mereka yang punya kewenangan, yang pasti harus lebih baik. Tidak boleh amburadul seperti ini lagi, manajemen harus ditata. Semua harus dibenahi,” pungkasnya.
Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Kupang Simon Dima, sebelumnya meminta Wali Kota mengevaluasi dan membenahi total manajemen RSUD SK Lerik karena tidak saja sola pelayanan yang buruk, namun ada temuan pengelolaan keuangan sebesar Rp 3 miliar.
“Saya secara pribadi menilai Pelayanan RSUD SK. Lerik buruk dan ada juga temuan dari BPK kurang kurang lebih Rp. 3 miliar. Jadi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang mengevaluasi kembali RS ini,” ungkapnya.
Sementara Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja menyebut kondisi RSUD SK Lerik memperihatinkan. Bahkan pasien yang masuk ke RSUD itu, bukan sembuh tapi malah tambah sakit. “Harus dibenahi. RSUD SK Lerik harus menjadi rumah sakit pusat RS di Kota Kupang,” katanya.
Untuk diketahui, pada Rabu (26/3/2025) pagi, Wali Kota Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD SK Lerik.
Diungkapkan Wali Kota, sidak yang dilakukan tersebut tanpa diketahui Direktur RSUD SK Lerik drg. Dian Sukmawati Arkiang maupun para stafnya. Sehingga ketika keduanya tiba, seluruh staf kaget.
“Tadi saya pergi ke sana tidak ada yang tahu. Pagi-pagi saya bilang saya mau ke kantor, saya dan Kakak wakil bertukar mobil. Kakak wakil naik ke mobil saya. Kita belokan mobilnya, kita mampir ke RSUD SK Lerik, maka kaget mereka (staf) semua di sana,” tambahnya.
Ia menuturkan, sidak yang berlangsung hingga dua jam tersebut, karena mereka melihat dan mencatat secara detail berbagai masalah dan kekurangan yang ada di RSUD milik Pemkot Kupang itu.
Wali Kota menyebutkan, ia dan Wakil Wali Kota mendapati banyak persoalan. Bahkan hal prinsip dalam pengelolaan RSUD saja tidak diindahkan. “Satpam tidak ada, pelayanan masih amburadul,” bebernya.
Sumber : https://www.victorynews.id/