Suara Kupang – Pemerintah Kota Kupang menyerahkan bantuan sosial untuk rumah ibadah kepada Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Bet’el Oesapa Tengah.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam ibadah Minggu Sengsara VII yang berlangsung pada Minggu (13/4/2025) pagi di gedung gereja GMIT Bet’el Oesapa Tengah, Jalan Damai No. 05, Kampung Nelayan, Oesapa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Jhoni Bire, SH., Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Ivan Lenny Mila Meha, S.STP., M.M., Lurah Oesapa Tengah, Kiai Kia, para majelis jemaat, presbiter, tim Compassion International dari Prancis, serta seluruh jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan ucapan proficiat atas perayaan HUT ke-200 Jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah.
Christian menilai usia dua abad merupakan bukti nyata kasih Tuhan dan ketekunan iman jemaat dalam membangun pelayanan gereja.
“Dua ratus tahun bukan sekadar warisan iman, tetapi juga cerminan keteguhan dan kedisiplinan umat yang telah menjadi denyut nadi perkembangan gereja di Kota Kupang,” kata Christian.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim Compassion International yang telah 17 tahun berkontribusi membangun kehidupan anak-anak jemaat melalui pelayanan holistik berbasis kasih dan kolaborasi.
“I would like to thank you for walking together with us for the last seventeen years—helping us here, helping our children, working together with the Child Development Centre. Thank you from the bottom of my heart. It’s been an honour to have you here,” ucap Wali Kota dalam bahasa Inggris.
Wali Kota Kupang menekankan pentingnya kerja kolaboratif dalam menyelesaikan persoalan sosial dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Kota Kupang melalui semangat gotong royong.
Sebagai bentuk perhatian terhadap pelayanan gereja, Pemerintah Kota Kupang menyerahkan bantuan dana sebesar Rp50 juta.
Menurut Wali Kota, bantuan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk hadir dan melayani masyarakat, termasuk lembaga keagamaan.
“Hari ini saya datang membawa sedikit bantuan. Kami mohon maaf jika belum bisa memberikan secara maksimal. Tapi kami berharap bantuan ini dapat berkenan dan mendukung pelayanan di gereja ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menempatkan pemerintah sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar penguasa.
Sumber : https://kupang.tribunnews.com/