Suara Kupang – Pemerintah Kabupaten Kupang menargetkan untuk mencapai swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah, dengan dimulainya panen raya perdana padi di Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, pada Rabu (16/4/2025). Panen ini merupakan panen perdana dalam 100 hari pertama kepemimpinan Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum O. Titu Eki, yang baru dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef menyampaikan bahwa Kabupaten Kupang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan harus dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal secara mandiri. “Saya mengajak Desa-Desa di Kabupaten Kupang untuk bangkit dan melakukan terobosan terbaik sesuai dengan potensi yang kita miliki, terkhusus dibidang pertanian,” kata Yosef.
Panen raya perdana ini tidak hanya menjadi penanda awal kinerja pemerintahan baru, tetapi juga menunjukkan komitmen Pemkab Kupang dalam memperkuat sektor pertanian. Yosef menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah desa, dan perangkat daerah agar potensi pertanian di tiap wilayah benar-benar tergarap maksimal.
Langkah Pemkab Kupang ini juga sejalan dengan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Kabupaten Kupang mendapatkan alokasi dana sebesar Rp450 miliar dari program tersebut, yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Bupati Yosef menekankan bahwa pangan untuk program MBG harus berasal dari hasil produksi masyarakat desa sendiri. “Khusus Kabupaten Kupang angaran yang dialokasikan untuk MBG sekitar 450 Miliar dan mesti dinikmati oleh masyarakat yang ada Di Desa tersebut, jangan sampai makanan bergizi di Sulamu tapi ambil pangannya di tempat lain,” katanya.
Kepala Perum Bulog Kanwil NTT, Himawan, menyatakan bahwa pihaknya siap membeli hasil panen petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah. Gabah dibeli dengan harga Rp6.500/kg, dan beras seharga Rp12.000/kg, sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional.
Kelompok Tani Sota Dei, Andre, sebagai perwakilan masyarakat Desa Pantulan menyampaikan bahwa saat ini masyarakat Desa Pantulan telah mengelola 60 hektare lahan basah, dan dalam waktu dekat akan membuka tambahan 50 hektare. Untuk lahan kering, sudah ada 200 hektare yang diolah, dan direncanakan akan diperluas menjadi 500 hektare.
Panen raya ini turut dihadiri oleh Kapolres Kupang AKBP Rudi Junus Jacob, perwakilan Kejaksaan, Kodim 1604 Kupang, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, di antaranya Kadis Pertanian Amin Juariah, Kadis PU Mateldi Sanam, Kaban PKAD Oktovianus Tahik, dan Camat Sulamu Markus Fanggidae. Kapolres menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan produksi pangan di desa-desa.
Bupati Kupang juga mengajak semua desa untuk membentuk Koperasi Merah Putih, yang akan menjadi wadah pengelolaan hasil pertanian dan peternakan. Kabupaten Kupang menerima dana sebesar Rp500 miliar dari total Rp15 triliun yang digelontorkan pemerintah pusat untuk program ini di seluruh NTT.
Selain itu, Karang Taruna akan dilibatkan dalam pengelolaan Dana Ketahanan Pangan Desa, sebagai langkah mendorong keterlibatan generasi muda dalam membangun sektor pangan dan pertanian. “Saya juga sudah melantik Karang Taruna dimana mereka akan mengelola Dana Ketahanan Pangan Desa sehingga terperdaya dan bisa berkerja membangun ketahanan pangan. Harapannnya orang muda dapat berkreasi dan tidak lagi duduk-duduk menganggur dijalan-jalan,” ujar Yosef.
Mengakhiri kegiatan panen, Bupati Yosef kembali menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, mulai dari petani, pemerintah desa, perangkat daerah, hingga masyarakat umum dalam mewujudkan Kabupaten Kupang yang mandiri dan sejahtera melalui sektor pangan. “Mari kita tanam sebanyak-banyaknya karena ada Program MBG dan ada Bulog yang bersedia ambil. Jangan takut karena ada pasar yang baik dan tersedia. Petani hari ini menjadi orang hebat dan memiliki penghasilan yang luar biasa,” ujarnya.
Sumber : https://www.rri.co.id/