Suara Kupang – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang siap menjalankan gebrakan program penanganan sampah Kota Kupang yang telah dicanangkan duet Wali Kota dr Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis.
Dengan kekuatan sarana dan prasarana yang ada, seluruh jajaran DLHK Kota Kupang siap menangani dan menuntaskan program baru pengelolaan sampah seluruh warga Kota Kupang yang tahun ini sudah mencapai hampir 300 ton per hari.
Armada Penanganan sampah DLHK kota Kupang sendiri terdiri dari 44 unit dump truck, 8 unit mobil ambrol (portable), 5 unit pikap, dan 2 unit dump truck mini.
“Untuk armada (truk pengangkut) sampah saat ini, tersisa 26 unit dari total 44 truk yang masih bisa terpakai. Yang lainnya rusak,” ungkap Kepala Bidang Percepatan dan Penanganan Sampah DLHK Kota Kupang Imanuel Menoh kepada victorynews.id, Rabu (2/4/2025).
Ia menjelaskan, untuk mengakut sampah yang sudah terisi penuh dalam container di kelurahan untuk dibawa ke Bank Sampah di Kecamatan, DLHK saat ini mempunyai enam unit mobil amrol (penampungan sampah portable).
“Sebenarnya ada delapan unit semua. Tapi yang dua unit, relnya tidak sesuai dengan container. Kami harus ganti relnya dulu,” Jelasnya.
Untuk container sampah, lanjut Imanuel, saat ini terdapat 68 unit, namun hanya tersisa 58 unit yang masih bisa pakai. Karena sisanya sudah mengalami kerusakan.
“Sekarang sekitar 58 unit container saja yang masih terpakai. Karena yang lain rusak akibat dibakar masyarakat saat di TPS. Tapi tahun ini kita akan tambah lagi 10 unit,” jelasnya.
Meski di dalam keterbatasan, ia mengapresiasi program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang karena saat ini dibutuhkan gebrakan baru untuk mengatasi sampah yang selalu menjadi masalah utama di Kota Kupang.
“Saat ini kita butuh gebrakan baru, bukan terus terpaku pada gebrakan lama. Jadi kita akan siap untuk mencoba,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sampah rumah tangga menjadi penyumbang terbesar. Timbulan sampah di Kota Kupang sudah melebihi angka tahun 2024 lalu yaitu mencapai 234 ton per hari.
Angka tersebut didasarkan pada jumlah penduduk yang ada, dengan estimasi akumulasi sampah per orang sekitar 0,5 kg. Jika dikalikan dengan jumlah penduduk Kota Kupang yang mencapai 404.120 orang, maka total sampah yang dihasilkan per hari sekitar 200-an ton.
Dari jumlah tersebut, sekitar 166 ton sampah dapat tertangani dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sisanya dikelola secara mandiri oleh masyarakat melalui bank sampah.
Sumber : https://www.victorynews.id/