SuaraKupang – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., mengambil langkah inovatif dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus sekaligus membangun kepedulian sosial di kalangan masyarakat sekitar.
Beliau memperkenalkan kebijakan unik, di mana anak-anak yang tinggal di sekitar kampus diperbolehkan bermain sepak bola di lapangan kampus dengan syarat menyerahkan satu kantong sampah plastik yang mereka kumpulkan di dalam area kampus sebagai “tiket masuk”.
Kebijakan ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi kebersihan kampus serta keterbatasan akses anak-anak sekitar ke fasilitas olahraga Undana. Sebelumnya, pihak keamanan kampus melarang mereka bermain di lapangan dengan alasan menjaga keamanan dan ketertiban.
Namun, Prof. Maxs Sanam melihat peluang untuk menjadikan situasi ini sebagai sarana edukasi sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.
Langkah yang diambil rektor Undana ini sejalan dengan program “Undana Berdampak”, yang bertujuan menjadikan kampus tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan bagi masyarakat sekitar.
Selain kebijakan “tiket sampah”, Undana juga telah menginisiasi berbagai program untuk mendukung pengelolaan sampah dan lingkungan yang lebih bersih.
Salah satu inisiatif lainnya adalah program Bank Sampah yang digagas oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Undana. Melalui program ini, warga kampus dapat menukarkan sampah plastik dengan uang, sehingga mendorong kesadaran akan pentingnya daur ulang dan pengurangan sampah plastik.
Tidak hanya itu, perhatian terhadap masalah sampah juga tercermin dalam hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa, di mana mahasiswa Undana mempresentasikan temuan dan solusi terkait pengelolaan sampah kampus kepada rektor.
Dengan kebijakan ini, Undana menunjukkan bahwa institusi pendidikan dapat berperan lebih luas dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. Mengajak anak-anak untuk mengumpulkan sampah sebelum bermain bola bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga mengajarkan mereka tentang tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini.
Sumber : https://www.batastimor.com