Suara Kupang FM

Aktivis-Tokoh Agama Geruduk Polda NTT, Tagih Kasus Eks Kapolres Ngada

SuaraKupang – Puluhan aktivis perempuan dan tokoh agama Nusa Tenggara Timur (NTT) menggeruduk Mapolda NTT untuk menagih perkembangan kasus asusila anak di bawah umur hingga narkoba eks Kapolres Ngada, AKBP. Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja.

Mantan Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor, Merry Kolimon yang ikut dalam aksi damai itu mengatakan massa melakukan long march dari depan Gereja Santo Yoseph Kupang menuju Polda NTT.

Pantauan CNNIndonesia.com, meski di tengah guyuran hujan, para aktivis dan tokoh agama itu tetap mendatangi Polda NTT dengan berjalan kaki.

Namun saat tiba di Mapolda NTT mereka tidak diperbolehkan masuk dan hanya berdiri di depan pagar.

Beberapa anggota Polri bersenjata lengkap pun sempat keluar dari dalam pos penjagaan Polda NTT untuk mengawal aksi.

Merry menegaskan kedatangan mereka untuk mengawal penanganan kasus dugaan kekerasan seksual, pedofilia, narkoba dan TPPO yang dilakukan AKBP Fajar.

“Kedatangan kami hanya untuk mempertanyakan perkembangan dan penanganan kasus eks Kapolres Ngada,” kata Merry.

Hingga berita ini diturunkan, mereka masih belum diterima oleh pihak Polda NTT.

Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar mengajukan banding atas sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau pemecatan yang ia terima. Pemecatan terhadap Fajar itu dijatuhkan dalam dalam sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pada Senin (17/3).

Dalam sidang itu, Fajar juga dijatuhi sanksi penempatan di tempat khusus (patsus) selama tujuh hari terhitung sejak 7-13 Maret di Ruang Patsus Biro Provos Propam Polri.

Fajar sebelumnya juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual dan penyalahgunaan narkoba. Polisi mengatakan jumlah korban pelecehan seksual dalam perkara ini sebanyak empat orang, terdiri dari tiga anak dan satu orang dewasa.

Korban yaitu anak usia 6 tahun, usia 13 tahun, dan usia 16 tahun. Lalu, satu orang dewasa berinisial SHDR usia 20 tahun. Sejauh ini penyidik telah memeriksa saksi sebanyak 16 orang, di antaranya termasuk empat korban. Selain itu, ada empat orang manajer hotel dan dua orang personel Polda NTT.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com