Suara Kupang – Fransiskus Siku (64) seorang penyintas erupsi gunung Lewotobi Laki-laki asal Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur meninggal dunia di puskesmas Watubaing Kabupaten Sikka, NTT, Rabu 11 Desember 2024 malam.
Jenazahnya kemudian dibawa keluarga menggunakan mobil Pickup ke Desa Hewa, Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur karena tidak ada ambulance.
Menurut Kristina Mentini Boruk (38), Anak kandung Alm Fransiskus Siku mengatakan, Korban menderita sesak napas saat mengungsi mandiri ke Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka pada Senin 4 November 2024 lalu.
Korban sempat di bawa ke Puskesmas Watubaing namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia.
Dikatakannya, keluarga terpaksa membawa pulang Jenazah Fransiskus Siku ke Desa Hewa, Kecamatan Wulanggitang menggunakan mobil Pickup yang disiapkan keluarga karena mobil ambulance di puskesmas Watubaing hanya satu mobil yang disiapkan untuk pelayanan pas.
“Dia sakit sesak napas, selama ini kami mengungsi di Nangahale, kami sudah satu bulan lebih disini, ini mau bawa pulang ke rumah keluarga, karena ambulance cuman satu jadi kami harus pake oto Pickup milik keluarga saja,” ujarnya Kamis 12 Desember 2024.
Sebelumnya, Fransiskus Siku bersama enam kepala Keluarga lainnya mengungsi mandiri di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka pasca Erupsi dasyat Gunung Lewotobi Laki-laki pada Senin 4 November 2024 lalu.
Source : https://kupang.tribunnews.com