Suara Kupang– Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Petrus Keuskupan Atambua menggelar perayaan Misa Syukuran 25 tahun Imamat bagi Ketua STP, Romo Theodorus Asa Siri dan 3 orang rekan imam Rm. Stefanus Tamu Ama (Keuskupan Weetabula), RD. Siprianus Soleman Senda (Keuskupan Agung Kupang) dan RD. Aurelius Lorenso Tae Lake (Keuskupan Atambua), Senin, 7 September 2024.
Perayaan Misa Syukuran ini berlangsung di Aula STP Santo Petrus. Turut ambil bagian dalam kesempatan ini, rekan angkatan awam, keluarga, rohaniawan, rohaniawati, dosen-dosen dan mahasiswa-mahasiswi STP Santo Petrus.
Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Timor Tengah Utara, Drs. Eusabius Binsasi mengatakan, perayaan Syukuran 25 tahun Imamat adalah sebuah perayaan yang sangat luar biasa. Semestinya, ada beberapa rekan-rekan Imam Yubilaris yang merayakan momentum tersebut.
Namun, ada beberapa kendala yang membuat mereka tidak hadir pada kesempatan itu.
“Jadi ini adalah rahmat Tuhan yang luar biasa untuk kita harus bersyukur kepada Tuhan atas rahmat Tuhan yang mengalir dalam kehidupan kita setiap hari,”ujarnya.
Ia menegaskan, momentum tersebut bukan hanya perayaan syukuran Imamat tetapi lebih daripada itu merupakan perayaan kasih. Karena 25 tahun para Romo menjawabi panggilan kasih Tuhan dengan tetap melayani umat Tuhan.
Para Romo, kata Eusabius mendedikasikan 25 tahun mereka melayani Tuhan. Mereka bekerja keras dan membagikan talenta masing-masing untuk umat.
“Mereka punya keahlian masing-masing tetapi mereka punya karya pelayanan yang utama yakni merawat jiwa- jiwa umat manusia,”ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama Romo Theodorus Asa Siri menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dalam Misa Syukur Perak Imamat ini
“Ungkapan yang paling mesra adalah syukur kepada Tuhan, karena kami telah melayani dan bersaksi,”ucapnya.
Hidup sebagai sebuah cerita dan Imamat adalah kesaksian. Maka, hidup sebagai seorang Imam adalah hidup sebagai orang yang bersaksi tentang kebenaran dan kebaikan Tuhan.
Kesaksian setiap yubilaris dalam kurun waktu 25 tahun pelayanan memiliki cerita yang berbeda-beda. Sejak tahun 2011 Romo Theodorus ditugaskan di STP Santo Petrus Keuskupan Atambua.
“Saya tetap setia untuk melayani semuanya dari waktu ke waktu,”ujarnya.
Romo Theodorus mengaku selama 25 tahun Imamat ini, ia telah melayani umat di banyak tempat di wilayah Keuskupan Atambua. Hal ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.
Ia berharap, melalui perayaan Misa Syukur Perak Imamat ini, mereka tetap setia melayani Tuhan dengan tulus.
Source: https://kupang.tribunnews.com