Suara Kupang FM

Penjabat Bupati Rote Ndao Serahkan 59 Mesin Pompa Air kepada Poktan dari 9 Kecamatan

Suara Kupang– Penjabat Bupati Rote Ndao, Oder Maks Sombu, menyerahkan 59 unit mesin pompa air  ditambah satu unit traktor kepada 59 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di 9 kecamatan dengan luas cakupan lahan mencapai 295 hektar.

Penyerahan bantuan itu dilakukan di gudang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Desa Holoama, Kecamatan Lobalain. Jumat, 18 Oktober 2024.

Adapun penyerahan bantuan alsintan dilakukan secara simbolis yang menandai tahap ketiga penyaluran bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Hadir dalam acara penyerahan, dua orang staf Kementerian Pertanian, Dwi Rahmawati Kristina dan Agus Hermansyah, Anggota DPRD NTT Simson Polin, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Antonius F Banepa, Staf Khusus Penjabat Bupati, Marten Luther Mulik, Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian Rote Ndao, Folla Panie, para penyuluh pertanian serta ketua dan anggota poktan penerima manfaat.

Penjabat Bupati Rote Ndao, Oder Maks Sombu mengungkapkan, pemberian bantuan mesin pompa air  dan traktor merupakan wujud perhatian Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Rote Ndao melalui penambahan areal tanam.

Ia lanjut menjelaskan, banyak permintaan masyarakat melalui proposal yang masuk ke Pemerintah Daerah, namun masih terkendala keterbatasan anggaran.

Karena itu, pihaknya berinisiatif mengambil jalur komunikasi hingga tercapainya dukungan dari Kementerian Pertanian untuk pemenuhan kebutuhan para petani di Kabupaten Rote Ndao dalam mengelola lahan yang ada.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan pompanisasi. Adanya pompanisasi diharapkan dapat membantu petani untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian. Sehingga indeks pertanamannya dapat meningkat, yang tadinya setahun hanya satu kali tanam, bisa menjadi dua kali tanam dan yang tadinya dua kali tanam, bisa menjadi tiga kali tanam,” ucap Oder Maks Sombu.

Ia berharap bantuan ini nantinya dapat meningkatkan produktivitas pertanian daerah, terutama di lahan-lahan pertanian yang sulit mendapatkan suplai air, seperti saat musim kemarau datang, sawah tadah hujan, maupun lahan pertanian dengan kondisi tertentu yang membutuhkan bantuan pompa untuk mengalirkan air.

“Sebaiknya para petani yang menerima bantuan adalah orang yang tepat, sehingga penerima manfaat juga tepat guna dalam pemanfaatannya,” imbu dia.

 

Source: https://kupang.tribunnews.com