Suara Kupang – Iran menyerang Israel menggunakan ratusan rudal balistik dan hipersonik pada Selasa (1/10) malam di saat militer Zionis sedang menginvasi darat Lebanon selatan.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan pihaknya meluncurkan rudal yang menargetkan fasilitas militer Israel sebagai balasan atas genosida Israel di Palestina dan Lebanon.
Serangan itu juga diklaim menjadi balasan atas kematian pemimpin milisi Hamas Palestina, Ismail Haniyeh, pada 31 Juli dan pemimpin milisi Hizbullah, Hassan Nasrallah, pada 27 September.
Menurut militer Israel, nyaris 200 roket diluncurkan oleh IRGC. Sebagian besar berhasil dicegat, namun beberapa di antaranya sukses menembus sistem pertahanan Israel, Iron Dome. Sirene pun meraung kencang di seluruh Israel.
Semua warga Israel sampai-sampai diperintahkan untuk berlindung ke tempat aman.
Berikut ringkasan mengenai serangan Iran ke Israel.
Serangan Iran ke Israel ini terjadi di hari yang sama dengan invasi darat Negeri Zionis ke Lebanon selatan.
Pasukan militer Israel melakukan serangan darat ke sejumlah wilayah Lebanon selatan, salah satunya Sungai Litani, pada Selasa dini hari usai tank-tank mereka terlihat berkumpul di perbatasan dan bersiaga sehari sebelumnya.
Israel mengeklaim serangan darat di perbatasan Lebanon merupakan operasi “terbatas”. Mereka mengaku menyasar target dan infrastruktur Hizbullah, yang terletak di desa-desa di perbatasan yang menimbulkan ancaman langsung bagi masyarakat Israel utara.
Dalam beberapa pekan terakhir, konflik antara Israel dan Hizbullah memang sedang meruncing. Utamanya, akibat insiden ledakan ribuan pager dan perangkat elektronik di seluruh Lebanon pada 17 dan 18 September, serangan berdarah terhadap warga sipil pada 23 September, serta pembunuhan terhadap pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah pada 27 September. Iran untuk pertama kalinya menggunakan rudal hipersonik dalam serangannya ke Israel. Peluru kendali hipersonik tersebut merupakan buatan mereka, yakni Fattah 2 dan 3.
Rudal Fattah memiliki kecepatan 16.000 kilometer per jam. Dengan kemampuan ini, rudal Fattah bisa menjangkau Israel yang berjarak 1.500-an kilometer dari Iran (jika dilalui lewat udara) dalam waktu sekitar 11 menit.
Source : https://www.cnnindonesia.com