Suara Kupang – Produser Dheeraj Kalwani buka suara setelah film horor Siksa Neraka dilarang tayang di Malaysia dan Brunei Darussalam. Dheeraj selaku CEO Dee Company menghargai keputusan kedua negara melarang penayangan film tersebut di bioskop.
Ia mengaku tidak keberatan dengan larangan tersebut. Menurutnya, masing-masing negara punya aturan dan kedaulatan yang harus dipatuhi.
Dheeraj juga meminta maaf karena tidak bisa memenuhi antusiasme penggemar dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Mereka yang menantikan penayangan film horor itu harus membatalkan niatan nonton di layar lebar akibat pelarangan
Dalam keterangan resmi itu, Dheeraj tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait Siksa Neraka yang terkena sensor di Brunei Darussalam dan Malaysia.
Ia juga tidak mengungkapkan penyebab pihak sensor kedua negara tersebut melarang film produksi Dee Company itu untuk tayang di bioskop.
Alasan pelarangan juga hingga kini tak diungkapkan pihak Malaysia maupun Brunei Darussalam. Antenna Entertainments selaku distributor film Indonesia di bioskop Malaysia menjadi satu-satunya pihak yang memberikan informasi itu tanpa keterangan detail.
Pada Selasa (9/1), Antenna Entertainments mengunggah poster film Siksa Neraka dengan tulisan “banned” di tengah.
Di Indonesia, Siksa Neraka menjadi salah satu film terlaris pada 2023. Pada penayangan hari ke-25, film itu telah mengumpulkan sedikitnya 2.354.700 penonton sejak tayang pada 14 Desember 2023.
Film hasil adaptasi komik legendaris bertajuk serupa karya MB Rahimsyah itu diberi label Dewasa 17+ saat tayang di bioskop Indonesia.
Source: CNNIndonesia