Suara Kupang – Warga di Kupang mengeluh infrastruktur maupun status tanah di wilayah perbatasan negara RI – Timor Leste dihadapan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, Kaesang Pangarep.
Putra bungsu Presiden Jokowi itu datang ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjalankan sejumlah agenda bertemu sekaligus konsolidasi internal PSI. Dia berada di Kupang 27-28 Oktober 2023.
Saat menyapa warga di kawasan Pantai Lasiana Kota Kupang, Kaesang Pangarep bertemu warga maupun relawan. Setelah memberi sambutan pembuka, Kaesang Pangarep kemudian meminta warga menyampaikan aspirasi. Seorang warga dari Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang lalu menyampaikan keluhannya.
Dia mengaku wilayah Amfoang belum merdeka secara infrastruktur. Sebab, saat musim hujan warga setempat kesulitan untuk datang ke Kota Kupang karena sejumlah sungai belum dibangun jembatan. Selain itu juga kondisi jalan yang sangat parah.
Dia juga mengaku di wilayahnya ada kasus sengketa tanah di Naktuka yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan saat ini belum diselesaikan. Termasuk usulan agar adanya pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
Pengurus DPP Partai Solidaritas Indonesia, yang juga Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni merespon keluhan itu. Raja Juli mengaku akan mengeceknya status tanah tersebut. Dia berjanji akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia agar memastikan status tanah itu sehingga tidak menimbulkan konflik berkepanjangan. Selain itu, Raja Juli pun mengaku akan mengecek ihwal belum dibangunnya PLBN di kawasan setempat.
Mendengar keluhan itu, Ketua DPW PSI NTT Christian Widodo meminta Yuliana untuk membuat proposal minimal 10 orang lalu diantarkan ke PSI NTT. Dia pun berjanji akan memberikan sumbangan Rp 10 juta.
Source : Pos Kupang