Suara Kupang – Pemerintah Indonesia akan mencari tawaran baru untuk pekerjaan perbaikan di bandara Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat, di pulau Flores NTT, setelah kesepakatan yang dicapai pada tahun 2019 – yang melibatkan Changi Airports International (CAI) dan mitra yang berbasis di Jakarta – gagal karena gangguan terkait pandemi Covid-19.
Dalam wawancara dengan The Straits Times pada hari Rabu 27 September 2023, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan pemerintah terbuka kepada pihak mana pun yang tertarik dengan proyek bandara tersebut serta mengakui bahwa investor Singapura adalah yang paling cocok.
Bandara Komodo Labuan Bajo saat ini memiliki panjang runway 2.650 dan lebar 45 meter yang dapat melayani pesawat tipe A320 dan B738.
Luas apron mencapai 31.000 m2 untuk 7 parking stand dengan rincian 4 pesawat narrow body dan 3 pesawat propeller. Bandara ini juga memiliki terminal penumpang seluas 13.366 m2.
Sejumlah fasilitas pendukung lain juga telah disiapkan, meliputi fasilitas pemeriksaan Custom, Immigration and Quarantine (CIQ) dan fasilitas helipad untuk medical evacuation.
Source: Pos Kupang