Suara Kupang FM

Panti Asuhan Eksploitasi Anak Live TikTok

Suara Kupang – Video bernarasi pengasuh panti asuhan memberi makan bubur ke bayi berumur dua bulan viral di media sosial. Netizen protes aksi pengelola panti yang memberikan makanan yang belum seharusnya diberikan pada bayi berusia dua bulan.

Dari video itu, terungkap bahwa Panti tersebut berada di Medan dengan nama Panti Asuhan Yayasan Tunas Kasih Olayama Raya, berlokasi di Jalan Pelita, Kota Medan. Panti tersebut juga diduga mengeksploitasi anak lewat live TikTok dan belum berizin. 

Berawal dari video viral tersebut, kasus eksploitasi anak di panti asuhan itu menjadi sorotan. Sejumlah netizen tak terima melihat bayi berusia dua bulan diberikan makan bubur dan air putih. Video aksi pengelola panti itu direkam netizen saat sedang live di TikTok.

Diberitakan detikcom, dalam video terlihat seorang pria yang sedang memberi bubur terhadap seorang bayi. Di sekitar bayi itu tampak ada beberapa anak lainnya sedang tidur.

Kanit PPA Polrestabes Medan AKP Gabriellah Angelia Gultom mengatakan pihaknya telah mendapat informasi tersebut. Dia menyampaikan memang ada dugaan eksploitasi anak yang terjadi.

Salah satu saksi yang diperiksa yakni pengelola panti bernama Zamanueli Zebua (ZZ). Ia diperiksa terkait dugaan eksploitasi anak di panti tersebut. Pada Rabu (20/9), Zamanueli Zebua akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolrestabes Medan Kombes Valentino Alfa Tatareda menjelaskan, ZZ sebelumnya diamankan untuk pemeriksaan, Selasa (19/9) sekitar pukul 18.00 WIB. Kemudian dari hasil pemeriksaan, ZZ ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (20/9). ZZ diduga mengeksploitasi anak untuk kepentingan pribadinya.

Valentino menyebut panti tersebut dikelola tersangka ZZ bersama istrinya. Panti tersebut juga tidak berizin.

Dalam panti tersebut, ada 26 anak yang diasuh. Empat anak masih berusia bayi dan anak lainnya ada yang duduk di bangku SD dan SMP.

Berdasarkan pemeriksaan, panti itu sudah beroperasi sejak awal tahun 2023. Namun baru 4 bulan terakhir ZZ gencar melakukan eksploitasi melalui media sosial TikTok. ZZ memanfaatkan anak-anak panti untuk membuat netizen iba dan memberikan gift hingga mentransfer uang.

Source: cnnindonesia