Suara Kupang FM

Setelah Pasukan Wagner Ancam Militer Rusia Blokir Google News

Suara Kupang – Penyedia internet di Rusia disebut telah memutus akses ke Google News setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh pemimpin grup militer Wagner Yevgeny Prigozhin bakal memberontak.

Melansir Engadget, pemutusan itu dilakukan oleh beberapa penyedia seperti Rostelecom, U-Lan, dan Telplus1. Mereka memblokir pengguna dalam negeri dari akses ke agregator berita.

Hal itu juga diketahui lewat pantauan NetBlocks. Lewat akun twitternya, Netblocks mencantumkan beberapa operator internet yang memblokir akses ke Google News.

Sebelumnya, pasukan tentara bayaran Rusia, Wagner Group justru berbalik arah dan menyerang Ibu Kota Moskow. Hal itu dilakukan setelah Wagner menuding pasukan Rusia menyerang kamp mereka.

Bos Wagner, Yevgeny Prigozhin,mengerahkan pasukannya ke Moskow, untuk menggulingkan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu. Ia mengklaim berhasil menguasai fasilitas militer dan lapangan terbang di Rostov-on-Don, Rusia, pada Sabtu (24/6) pukul 07.30 waktu setempat.

Pasukan itu sendiri kemudian ditarik dari Moskow demi menghindari pertumpahan darah di kota tersebut. “Kami menarik barisan kami dan kembali ke kamp lapangan,” katanya, Sabtu (24/6) waktu setempat, dilansir AFP.

Menanggapi aksi Wagner, Putin menyebut pasukan tentara bayaran tersebut sebagai pengkhianat dan menusuk dari belakang rakyat Rusia.

Putin juga menyebut apa saja yang memecah persatuan Rusia merupakan bentuk “penusukan dari belakang terhadap negara dan rakyat.”

Putin menegaskan akan melindungi Rusia dan rakyatnya dari segala bentuk pengkhianatan dari internal maupun eksternal.

“Semua jenis petualang politik dan kekuatan asing, yang memecah belah negara dan mencabik-cabiknya, mengambil untung dari kepentingan mereka sendiri. Kami tidak akan membiarkan ini terjadi lagi,” ujar Putin.

Source : cnnindonesia