Suara Kupang – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin mengungkap tahap akhir pembangunan Observatorium Timau, Nusa Tenggara Timur.
Observatorium Timau dibangun di kawasan hutan lindung lereng Gunung Timau pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut. Teleskop yang digunakan di Observatorium tersebut berasal dari Jepang dan kembaran dari Teleskop Seimei milik Universitas Kyoto, Jepang.
Kawasan observatorium nasional (obnas) ini berdekatan dengan Desa Bitobe yang masuk dalam Kecamatan Amfoang Tengah.
Selain itu juga ada Desa Honuk dan Desa Faumes yang berada di wilayah Kecamatan Amfoang Barat Laut dialokasikan untuk pembangunan Observatorium Nasional Timau.