Suara Kupang – Penipuan online menggunakan aplikasi Telegram viral di media sosial. Modusnya, korban diundang ke grup Telegram untuk ditawari pekerjaan sebelum ditipu pelaku.
Modus jenis ini belakangan menimpa salah satu warganet. Awalnya, pekerjaan ini menghasilkan keuntungan, tetapi berujung penipuan.
Warganet dengan akun @Giarsyahsyifa menceritakan pengalamannya menjadi korban penipuan di sebuah grup Telegram. Syifa awalnya diundang ke grup Telegram dari seseorang yang mengaku berasal dari accurate creative, perusahaan media partner iklan dan pemasaran.