Wisata Kuliner di Nusa Tenggara Timur

Wisata Kuliner di Nusa Tenggara Timur

944
0
Hari itu Selasa tanggal 29 Juli 2014, begitu sampai di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur sekitar pukul 14.10 WITA keinginan pertama yang ingin kulakukan adalah makan siang dengan makanan khas Kupang yakni Daging Sei dan Jagung bose. Saat mengunjungi Kupang beberapa tahun yang lalu saya pernah makan makanan tersebut dan rasanya cukup enak. Dan saat menginjakkan kaki kembali ke kota ini ingin mencari makanan itu lagi. Setelah bertanya kesana-kemari saya bersama seorang teman akhirnya menemukan rumah makan yang menyediakan makanan tradisional itu. Kali ini memang rasanya tak seenak sebelumnya namun tak mengapa, sudah cukup mengobati kerinduan untuk makan Daging sei dan Jagung bose juga tumis bunga pepaya. Desain interior restorannya cukup menarik, banyak memajang photo-photo yang menggambarkan tentang Kupang. Di salah satu photo terlihat pemandangan pohon tak berdaun yang berjajar rapi di kiri kanan jalan, membuatku ingin menemukan tempat itu sebagai obyek photo. Uniknya musik yang diperdengarkan di restoran tersebut adalah lagu-lagu daerah Surabaya dan Jawa padahal ini adalah restoran makanan khas Kupang 🙂
Daging sei, Jagung bose, Tumis bunga pepaya dan sambal
Malam harinya kami berburu makanan Jawa Timur yang banyak dijual di Kota Kupang. Sepertinya banyak orang Jawa yang tinggal di kota ini. Namun makanan yang kucari tidak ditemukan mungkin karena penjualnya masih mudik ke Jawa karena hari itu orang muslim masih merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Esok harinya, Rabu tanggal 30 Juli 2014 pagi-pagi pergi ke pasar tradisional yang ada di Pantai Oeba, tak jauh dari tempatku menginap. Tujuan utamanya adalah ingin memotret aktivitas pasar di pagi hari seperti yang kulakukan beberapa tahun yang lalu. Hari itu variasi ikan yang di pajang di tepi pantai untuk diperjualbelikan tak sebanyak dahulu, biasanya kutemukan juga ikan hiu berjajar yang siripnya telah dipotong disini. Tak banyak photo menarik yang bisa diambil akhirnya kami berbelanja ikan ekor kuning dan bumbu dapur untuk dimasak sendiri. Selain itu saya juga ingin mencari jajanan pasar kesukaanku yang juga merupakan makanan tradisional khas Jawa yakni kucur. Orang Kupang ternyata banyak juga yang menyukai makanan Jawa rupanya.

Ikan ekor kuning, Ikan kuah asam, Kucur, Jagung pulut rebus

Hari itu teman saya memasak ‘ikan kuah asam’, yang dimasak dari bahan ikan ekor kuning. Saya tidak banyak tahu tentang jenis-jenis ikan laut, namun sejak tinggal di daerah dekat pantai dan sering mengunjungi daerah kepulauan dan daerah-daerah yang kaya dengan hasil lautnya membuatku sedikit demi sedikit mulai mengenal jenis-jenis ikan laut yang biasa dikonsumsi, belajar dari nelayan dan orang-orang setempat.

Makan siang hari itu terasa nikmat dengan makanan pembuka kue kucur, makanan utama ikan kuah asam dan makanan penutup jagung pulut. Rasa jagung pulut berbeda dengan jagung kuning rebus yang biasa saya makan di Jawa atau Sumatra. Jagung pulut berwarna putih dengan biji lebih kecil, rasanya manis dan legit.

Kamis tanggal 31 Juli 2014, kami baru menemukan makanan khas Jawa Timur yakni Tahu tek tek yang banyak dijumpai di Kota Kupang. Namun menjadi sulit ditemukan pada hari raya Idul Fitri seperti ini karena banyak yang tutup. Menemukan makanan khas daerah sendiri di tempat lain adalah hal yang menggembirakan.

Pagi-pagi sekali sekitar pukul 04.30 WITA kami harus pergi ke bandara El Tari karena kami akan travelling ke pulau lainnya di Nusa Tenggara Timur yakni Labuan Bajo di Pulau Flores melalui Ende. Dari Kupang menuju Labuan Bajo hanya memerlukan waktu penerbangan kurang lebih dua jam. Seperti biasanya setiap melakukan perjalanan ke daerah lain selalu ingin wisata kuliner, maka sesampainya di Labuan Bajo pagi itu kami mencari makanan khas daerah tersebut namun tidak menemukannya, dan menurut informasi yang kudapatkan bahwa makanan khas disana hanya ada di malam hari, yakni di desa yang menjual beraneka macam makanan laut. Pagi itu kami menemukan warung makanan Padang berderet di sepanjang jalan Soekarno-Hatta Labuan Bajo, yakni jalan utama dan pusat wisata di kota itu. Berada di tempat ini serasa berada di Sumatera saja, makanan yang dijual sama, dimana-mana nasi Padang 🙂

Labuan Bajo – Pulau Flores

Sore harinya kami menuju desa yang menjual makanan sea food di tepi pantai, lokasinya tak jauh dari dermaga dan pasar Labuan Bajo. Ingin menikmati sunset sejenak sebelum menyantap makanan disana. Pemandangan pantai cukup menawan, di sisi lain tampak perbukitan dengan dedaunan berwarna kuning dan dan agak kemerahan, seperti melihat pemandangan saat musim gugur saja. di sepanjang pantai tampak warung tenda berderet yang menjual aneka macam makanan olahan berbagai jenis ikan dan hasil laut lainnya. Bagiku itu adalah pemandangan menarik untuk dipotret. Ternyata selesai saya memotret ikan-ikan yang dipajang disana, setelah itu juga banyak turis asing yang melakukan hal yang sama. Dasar….Grockel 🙂

Kami tinggal memilih ikan segar yang telah dipajang disana, harganya disesuaikan dengan jenis ikan dan ukurannya, dan tinggal memilih untuk dimasak sesuai selera pembeli. Kami memilih cumi-cumi dan ikan bakar serta plecing kangkung. Selama menunggu makanan masak, saya banyak ngobrol dengan turis dari Canada dan Inggris yang duduk semeja denganku. Kami membicarakan tentang makanan khas Indonesia. Salah satu dari mereka menanyakan padaku apakah makanan kesukaanku, karena aku menyukai wisata kuliner di berbagai daerah yang aku kunjungi, dan semua makanan khas daerah tersebut aku menyukainya, mulai dari makanan khas Sumatera sampai makanan Indonesia bagian timur, jadi terlalu sulit untuk memilih mana yang aku suka. Dan aku pun menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki makanan yang masing-masing punya rasa yang khas dan dominan di setiap masakannya, seperti contohnya makanan Sumatra sangat berbeda dengan makanan Jawa juga berbeda dengan makanan Maluku, dan semuanya punya ciri khas masing-masing dan semuanya enak menurutku. Ternyata dari pengakuan para turis asing makanan favorit mereka adalah rendang khas Sumatera Barat. Akhirnya akupun merekomendasikan pada mereka untuk mencoba mencicipi masakan Padang yang ada di Labuan Bajo yang juga menyediakan rendang, kebetulan di hari pertama aku telah mengunjungi rumah makan Padang tersebut, meski rasanya sedikit berbeda dengan makanan Padang dari daerah aslinya.

Ikan kerapu berbagai jenis, Ikan bakar, Cumi saus tiram,
Plecing kangkung


“Salah satu cara mengenali dan mencintai daerah dan keanekaragaman budaya di Indonesia adalah dengan menikmati kulinernya yang masing-masing berbeda dan punya ciri khas. Keanekaragaman kuliner berbagai daerah di Indonesia juga merupakan bagian dari kekayaan budaya di Indonesia”.(AB)