Tak Penuhi Panggilan Tiga Kali, Tersangka Korupsi PDT Digiring ke Kupang

Tak Penuhi Panggilan Tiga Kali, Tersangka Korupsi PDT Digiring ke Kupang

198
0

KUPANG -SKFM- Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT menggiring Konsultan Supervisi proyek Dermaga di Bakalan, Kabupaten Alor, Sri Raharjo ke Kupang. Sri adalah salah satu tersangka dalam kasus proyek Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

Pantauan Pos-Kupang, Selasa (2/6/2015) di Bandara El Tari Kupang, sekitar pukul 22:11wita, Sri tiba dikawal Kasi Penuntutan Robert Jimmy Lambila, S.H.Mereka tiba di Kupang menumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT -696.

Di Bandara terlihat Kasi Penyidikan, Adam Saimima,S.H, Kasi Penkum dan Humas, Ridwan Angsar,S.H , jaksa Herman Deta ,S.H dan Hery Franklin, S.H.

Sri nampak tenang saat keluar dari ruang kedatangan domestik dengan posisi dikawal. Sri langsung dibawa ke Kejati NTT dengan menggunakan mobil operasional Kejati NTT No Polisi DH 820 AW.

Tiba di Kejati NTT sekitar pukul 22:30 wita dan dijemput Aspidus , Gasper Kase, S.H.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, John W Purba, S.H,M.H yang dikonfirmasi melalui Kasi Penkum dan Humas, Ridwan Angsar, S.H mengatakan, tersangka Sri Raharjo adalah salah satu konsultan supervisi proyek dermaga di NTT tepatnya di Desa Bakalan, Kabupaten Alor tahun 2014.

Menurut Ridwan, Sri ditangkap di Kantor PT Spectra Adhya Prasarana, Jalan Sidoluhur, Bandung. Dan setelah ditangkap digiring ke Kejati Cimahi untuk diperiksa. Usai diperiksa langsung dibawa ke Kupang.

Sebelumnya pada Senin (1/6/2015) tim Kejati NTT juga membekuk Sjambas Chotib.

Chotib adalah Konsultan Supervisi proyek Dermaga di Flotim dengan nama perusahannya Arya Graha Konsultan. Dia ditangkap di kediamannya Jln. Bola Voly, Suka Miskin, Bandung pada Senin (1/6/2015) sekitar pukul 11. 00 wita.
Chotib dibawa ke Kupang dan langsung ditahan di Rutan Klas II B Kupang.*(Pos Kupang.com/AB)