Pertumbuhan Ekonomi NTT Semakin Membaik

Pertumbuhan Ekonomi NTT Semakin Membaik

22
0

Kupang-SKFM-News– Saat memberi sambutan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Daerah Terkait Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Prima di Hotel Sahid di Kupang, Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef A. Nae Soi menyatakan, pertumbuhan ekonomi NTT  mengalami peningkatan  selama beberapa bulan terakhir.  Pemerintah Provinsi NTT  terus berupaya keras mengajak para investor untuk menanamkan modalnya di NTT.

Kegiatan yang diprakarsai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) NTT ini dihadiri Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantuan Kementerian Dalam Negeri, Sugiarto, Kepala Bidang Perluasan dan Promosi Kementerian Koordinator Perekonomian, Ani Suryati Ningsih, Bupati Kupang, Wakil Bupati Manggarai Barat, Wakil Bupati TTS, Sekretaris Daerah Ngada, pejabat yang mewakili Bupati/Walikota se-NTT, para pimpinan DPRD Kabupaten/Kota se-NTT, para Kepala PM-PTSP Kabupaten/Kota se-NTT.

Menurut Josef, kecenderungan stunting dan gizi buruk juga menurun dalam beberapa bulan terakhir dengan berbagai upaya dan terobosan yang dilakukan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Namun Wagub mengingatkan bahwa, pertumbuhan ekonomi ini masih belum  optimal untuk menurunkan angka kemiskinan NTT.  Angka kemiskinan NTT masih terbilang cukup tinggi. Karenanya, pemerintah Provinsi NTT terus bekerja keras dengan segala daya dan upaya dalam menurunkan angka kemiskinan ini. Salah satunya dengan menciptkan iklim investasi yang kondusif agar para investor mau menanamkan modalnya di NTT.

“Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan  menekankan  pentingnya investasi bagi kemajuan negara dan daerah. Dinas PM-PTSP  ibaratnya seperti ginjal dalam organ tubuh. Punya peranan penting dalam pengembangan investasi daerah. Aturan yang kita punya sudah sangat lengkap, tinggal yang diperhatikan adalah komitmen dan  konsistensi dalam penerapannya,” kata Wagub Nae Soi.

Lebih lanjut, politisi partai Golkar tersebut berharap agar dalam Rakor tersebut  sungguh dilakukan upaya sinergitas, sinkronisasi dan kolaborasi. Tidak hanya sekadar koordinasi, tapi kolaborasi. Kolaborasi berarti saling menghidupkan dan ada keterikatan yang sangat kuat antara Pusat, Provinsi dan daerah.  Sehingga saat melakukan kegiatan perizinan  harus cepat, teliti, ramah  dan memiliki etos kerja melayani.

PTSP apalagi ditambah kata prima,lanjut Josef, memiliki makna sempurna. Kategori  Pratama dan Madya bukan berarti ada perbedaan pelayanan. Pelayanan harus prima apapun kategorinya. Yang membedakan hanyalah peralatan, tapi pelayanan tetap cepat, tepat dan mudah. Apalagi dengan sistem pelayanan online sekarang ini, harus semakin mempercepat proses perizinan.(AB)