Derita Bayi Korban Perang Suriah Picu Simpati Dunia

Derita Bayi Korban Perang Suriah Picu Simpati Dunia

78
0

DAMASKUS -Suarakupangfm.com- Foto bayi Suriah yang terluka akibat serangan di pinggiran Ghouta di Damaskus yang terkepung memicu kampanye di dunia maya. Bayi berusia tiga bulan itu kehilangan mata kirinya dan menderita luka di tengkoraknya.

Karim, nama bayi tersebut, kehilangan ibunya yang terbunuh dalam serangan artileri yang diluncurkan oleh pasukan pemerintah Suriah. Sebuah foto Karim yang diambil oleh seniman pengungsi Suriah, Fares Jasem, menunjukkan bocah malang itu dibalut jaket berwarna merah mawar. Bekas luka terlihat jelas di tubuh bayi malang itu.

Foto ini sontak menggugah kesadaran media sosial tentang keadaan anak laki-laki tersebut, dan beberapa orang menggambarkannya sebagai simbol anak-anak yang menderita di Suriah sejak perang pecah di negara itu pada tahun 2011.

Aktivis pun meluncurkan sejumlah hashtag sebagai bentuk solidaritas untuk Karim, termasuk #SolidarityWithKarim dan #StandWithKarim. Seiring dengan kampanye media sosial, pengguna Twitter memasang foto diri dengan satu tangan yang menutupi satu mata.

Mereka yang ambil bagian termasuk Bana al-Abed, seorang pengungsi Suriah yang menjadi terkenal di dunia internasional karena blog tweet dan video dari kota Aleppo selama pertempuran antara pemberontak dan tentara pemerintah di sana pada tahun 2016.

Sosok tenar lainnya adalah perwakilan permanen Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft. Dalam foto yang diterbitkan oleh Kantor Luar Negeri Inggris, Rycroft menutup satu matanya.

Berbicara di PBB pada hari Selasa, Rycroft mengatakan bahwa Rusia harus menggunakan pengaruhnya terhadap pemerintah Suriah untuk membantu masuknya makanan dan pasokan lainnya ke Ghouta Timur, serta membiarkan evakuasi orang-orang yang terluka.

“Perjalanan hanya tiga puluh menit dari Ghouta Timur ke Damaskus untuk menerima perawatan. Ini benar-benar masalah hidup dan mati,” katanya seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (21/12/2017)

Wakil perdana menteri Turki, Hakan Cavusoglu, juga mempertimbangkan kampanye tersebut, yang menekankan penentangan negaranya terhadap pemerintah Suriah atas penargetan warga sipil.

“Sementara dunia memainkan tiga ekor monyet di atas Suriah, Turki selalu dihadapkan pada (bayi seperti) Karim, begitu pula orang-orang tertindas lainnya,” katanya.

Foto Karim bukanlah foto pertama anak-anak korban perang Suriah yang menjadi viral dan menimbulkan curahan simpati seperti itu.

Pada bulan Agustus 2016, foto seorang anak laki-laki, diambil dari puing-puing, duduk tanpa ekspresi di belakang ambulans setelah serangan udara di Aleppo, menjadi simbol kampanye pengeboman udara pemerintah Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah monitor perang Suriah yang berbasis di Inggris, menempatkan jumlah korban dari perang Suriah di sekitar 500.000 orang.(AB)
(Sumber Berita Sindonews.com)